Minggu, 11 Desember 2016

WASPADALAH!! BRI SMS BANKING KEBOBOLAN

Bagi para pengguna mobile banking atau sms banking harus berhati-hati agar rekening bank anda tidak dibobol para hacker yang bisa saja saat ini sedang memperhatikan rekening bank anda


Kali ini Saya akan menceritakan kejadian yang menimpa seorang teman Saya

Kejadian ini terjadi beberapa hari yang lalu dan yang dibobol adalah rekening Bank BRI miliknya, Sebut saja sikorban adalah si LUGU

Pagi hari si Lugu melakukan transfer ke temanya sebut saja namanya BUTUH, via transaksi BRIsms banking
Transaksi berjalan lancar 200rb berpindah dari rekening Lugu ke rekening Butuh
Transaksi transfer selesai

Pada siang hari sekitar pukul 14:45wib ponsel dengan nomor yang digunakan si Lugu untuk transaksi sms banking berbunyi tanda panggilan masuk

Setelah diangkat ternyata telpon tersebut berasal dari orang yang mengaku sebagai orang dari Telkomsel
Anehnya nomor yang digunakan untuk menelpon adalah nomor telkomsel biasa bukan nomor operator

Si penelpon mengabarkan bahwa si Lugu mendapatkan hadiah pulsa sebesar 500rb
Karna si Lugu telah melakukan transaksi sms banking

Nah entah dapat informasi dari mana si penelpon tahu bahwa si Lugu pagi tadi melakukan transaksi transfer via sms banking

Sebagai persyaratan administrasi Si penelpon lalu memberikan beberapa pertanyaan yaitu namanya siapa? Kerja di mana? Sudah berapa lama bekerja? Posisi sekarang ada di mana? Apakah dekat dengan ATM?

Tanpa menaruh curiga si Lugu menjawab semua pertanyaan dengan benar dan si Lugu pun dapat nilai 100. Waah anak pintaar

Berlanjut tanpa menutup telpon lalu si Lugu diminta melakukan transaksi cek saldo via sms banking
Si Lugu pun menurutinya terlihat tidak ada perubahan dari informasi saldo yang didapat, lupa jumlahnya tapi masih sekitar 4jutaanlaah

Kemudian si penelpon membutuhkan info 4 angka terakhir no rek si Lugu
Agar pulsa 500rb bisa didapat Si Lugu dipandu oleh si penelpon untuk mengetik no rekeningnya dengan format seperti layanan konten dari operator tanpa menutup telponya

Ketika Saya tanya lebih jelasnya si Lugu lupa formatnya

kira2 seperti ini formatnya
*888*(no hp)*(4angka terkahir rekening)*21#

Setelah si Lugu tekan # maka telponpun langsung terputus dan muncul tulisan
" PERMINTAAN ANDA SEDANG DALAM PROSES "

JRENNNGGG...

Apa yang selanjutnya terjadi...

Si Lugu cek pulsa *888#
Tapi apa yang didapat si Lugu
Nomor hpnya sudah tidak bisa digunakan lagi
Setelah beberapa kali berusaha si Lugu mencoba menelpon no HPnya sendiri melalui HP seorang teman yang lain
Dan ternyata sambungan telpon terhubung tapi bukan lagi terhubung dengan HPnya si Lugu
Tapi Orang lain di sana Entah siapa Entah di mana !!!!
Ternyata No Hp yang biasa digunakan Si Lugu melakukan transaksi sms banking telah berpindah tangan

Semakin berdebar hatinya si Lugu melebihi debaran hati saat pertama jatuh cinta

Tersadar sudah tertipu dan tidak mendapatkan lagi akses no hpnya dengan panik si Lugu beberapa saat kemudian bergegas menelpon BRI
Silugu meminta agar BRI memblokir dan menonaktifkan layanan SMS bankingnya

Tidak tahu apakah pihak BRI langsung melakukan permintaan si Lugu atau tidak tapi setelah telpon tertutup sepertinya hati si Lugu sudah agak lebih tenang

Malampun berlalu dilewati Lugu tanpa hati yang tenang, kekhawatiran menyelimuti pikiranya membuat si Lugu tidak bisa tidur sampai larut malam

Keesokan paginya si Lugu bekerja seperti biasanya namun hatinya tetap gelisah memikirkan tabungan hasil kerja kerasnya selama ini

Sekitar jam 11 pagi si Lugu memutuskan untuk meninggalkan pekerjaanya tanpa meminta izin dari atasanya si Lugu mengajak serta rekan kerja lainya untuk menemaninya pergi ke Bank terdekat

Setelah sampai di Bank si Lugu harus menerima kenyataan pahit

Saldo di rekeningnya hanya tersisa Rp. 71rb saja

Ya Allah...

Kakinya lemas, uang tabungan hasil kerja kersanya lenyap begitu saja

Siapa sebenernya orang yang tega melakukanya..

Kenapa tidak dia lakukan saja pada rekening para koruptor2 disnana
Yang uangnya lebih banyak

Tapi kembali lagi ini adalah TAKDIR ALLAH
Sebagai seorang muslim kita wajib mengimani rukun iman yang ke 6

Beriman kepada qada dan qadar adalah menyakini dengan sepenuh hati adanya ketentuan Allah SWT yang berlaku bagi semua mahluk hidup. Semua itu menjadi bukti kebesaran dan kekuasan Allah SWT. Jadi, segala sesuatu yang terjadi di alam fana ini telah ditetapkan oleh Allah SWT.

Pada kejadian ini  bisa saja si Lugu ditakdirkan sebagai seorang yang melakukan pembobolan, melakukan dosa yang pasti akan ada balasan yang pedih bagi pelakunya, karna tidak akan ada yang luput sekecil apapun di akherat kelak semua amal baik & buruk akan mendapat balansanya

Tapi Alhamdulillah bahwa Allah mentakdirkan si Lugu sebagai Korban
Maka pahala sabar yang didapatkan si Lugu
Maka bersyukurlah

Sedikit informasi bahwa beberapa hari sebelum kejadian ini si Lugu mendapat telpon dari Ibunya di kampung yang meminta uang pada Lugu sebesar Rp.1 jt, tapi si Lugu bilang tidak ada uang dan hanya memberi sebesar Rp.500rb saja

Hal ini juga adalah hikmah yang bisa kita semua ambil
Kalau kata Bang Ippho Santosa seorang motivator Rezeki kondang 
"Berbakti kepada Orang Tua itu akan melancarkan Rezeki, bukan mengurangi Rezeki"
Ippho Santosa Serukan Berbakti pada Orang tua 

Cerita ini adalah kisah nyata, Saya posting agar pembaca bisa waspada dan ikut mengambil hikmah di balik kejadian

Silahkan dishare jika bermanfaat dan semoga bermanfaat



Tidak ada komentar:

Posting Komentar